revisualisasi ego

haru, kau tersenyum
seutas tali menjerat lehermu
masih saja kau bersujud
dan haturkan segala doa
maaf berpendar di dadamu

tegar, kau melangkah
bongkahan batu menghantam wajahmu
darah suci luruh
hatimu tersedu
mohonkan petunjuk bagi yang jahil

agung, kau berjalan
ludah laknat itu kering di wajahmu
masih saja si sakit itu kau jenguk
hangat dalam tulus senyummu
penuh duniamu dengan cinta

berubah, semua telah berubah
masaku adalah peradaban yang berbeda
sebingkai karikatur mungkin menertawakanmu
tapi yang pasti menghina egoku
ingin ku simbah dunia dengan darah
ingin ku bakar biar luluh-lantak dengki mereka
tapi apa yang ku menangkan dengan murka?

malu, aku jadikan kau alibi
bingkai hatiku sejatinya pernik nafsu dunia
“damai” ajaranmu ku coreng benci kesumat
pantaskah berkata aku “orang yang berserah?”
apa bedanya aku dengan mereka?

ragu, aku memilih diam
membayangkan sebuah jalan lempang yang lengang
mengharap bagi mereka nikmat cinta
agar tak terkena murka amarah
agar tak tersesat jalan
seperti kami kini …
amin!

(sembari menyimak berita karikatur RasulSAW tercinta,
dan dampaknya di mana-mana)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s