analogi Hati

bila Hati adalah Sungai
pastilah Ia rindukan Pantai untuk bermuara
Alirnya jangan sampai terbendung
khawatir Luapnya membawa Petaka

bila Hati adalah gumpalan Awan
tentulah Ia perlukan Langit untuk bersemayam
Damainya jangan terusik Angin
karena seringkali Awan menjadi Hujan

bila Hati adalah Bumi
pastilah Ia butuhkan siraman Hujan
tuk mekarkan Tetumbuhan dan sokong Kehidupan
jika Ia kering …musnahlah Kehidupan

bila Hati adalah Air
jangan biarkan Ia mengeruh
karena… dengan Beningnya
Ia sejukkan setiap Kehidupan

bila Hati adalah Api
membakar… menyala… membara
jangan biarkan Baranya membesar
karena Kecilnya… Ia menjadi Kawan

(réplique de My Friend, Uyan – Cairo, 29/05/2005)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s