12 Mei, selepas shalat subuh

Banyak kiranya yang ingin aku tuliskan, tapi di saat ini hanya ada satu pikiran yang tak mau pergi walau sejenak dari kepalaku.

Ya, semua ini tentang dia. Selama setahun ini, aku selalu berpikir bahwa dialah belahan jiwaku yang dahulu Tuhan pisahkan untuk ku temukan kembali. Tuhan pula yang telah mengatur dengan indah semuanya. Pertemuanku yang hanya sekali tak juga mampu memupuskan indah bayangnya selama setahun ini.

Setahun berlalu, akhirnya aku dapat menatap indahnya lagi. Serasa rindu yang selalu coba ku redam selama ini ingin ku tuangkan semua ke dalam satu cawan untuk kami minum berdua. Namun itu hanya ada dalam pikiranku yang gelisah di tiap-tiap malam yang berlalu tanpanya.

Namun perpisahan kembali harus terjadi, dan saat-saat menjelang keberangkatan seperti ini, begitu banyak yang harus ku ungkap padanya, meski ku yakin bahwa dia sudah sangat mengerti.

Kenapa dia begitu indah, sementara begitu banyak jelita di sekelilingku dalam keseharianku? Ah, rasa ini menyiksaku dalam nikmatnya…

Biarlah aku putuskan saja; malam ini, semua rasa ini harus ku urai. Aku tak tahu apa dia menunggu saat itu datang, atau akan sangat lega jika hal ini tak pernah ku ungkapkan. Tapi aku tak punya pilihan.

Aku laki-laki, dan laki-laki punya mimpi. Mimpiku adalah kekuatanku, dan kau adalah mimpi itu. Mimpiku adalah selalu mencintaimu, dan menebarkan buah cinta itu di sekelilingku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s