lembaran-lembaran kosong

dalam sekat-sekat cinta yang di rahimmu
ibarat terbuai tangan-tangan abadi
ku selalu ingat saat rintihmu indah memelukku
dalam cengkeraman yang sesungguhnya tak ingin ku lepas, jika saja tak tiba saatku
hari itu, hari kesebelas bulan kelima
dalam senyum-senyum yang merekah
dalam limpah tawa nan suka cita
dalam bungah-bungah ceria yang melantunkan cinta
dan tangis bahagia yang haru
dalam belai kasihmu…
terjaga aku dari keberadaan yang azali
terlahir untuk hadir dalam kefanaan
kau, tangan tuhan yang menuliskan tinta pertama di lembaran wujudku
kau yang terkasih oleh yang kasih

lalu tiba saat dua kekasih bersua kembali
tak sempat ku iringi pergimu dengan airmata
aku yang tak mengerti, belum lagi mampu merentang kenyataan
belum mampu merasakan perbedaan-perbedaan…
mungkin ini bahagian dari hikmahmu:
kau tak inginkan aku terkungkung dalam keberadaban
kau inginkan untukku keluguan
kau inginkan untukku kejujuran
kau inginkan untukku kesederhanaan
kau inginkan untukku tatapan yang tidak tersilap
kau inginkan aku merasakan dan mengerti
dan agar ada ketulusan terhadap pengertian itu sendiri

kau memang pergi, namun untukku, kau kan selalu kembali

kau tangan tuhan yang meripah kasihnya tanpa segan
untukmu, akankah ku memberi arti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s